Hands of Journalists

anything about everything

Narkoba di Mata Anak-anak UPH

banu2.jpgjoan.jpgicah.jpgferdy.jpg

PERIODISMO-KARAWACI: Bagi sebagian anak muda, narkoba sudah dianggap sebagai hal yang umum terlepas dari pro-kontra terhadap narkoba itu sendiri. Begitu pula dengan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH). Mereka menganggap narkoba merugikan diri sendiri maupun orang lain walaupun ada yang berpendapat narkoba dapat menjadi hal yang “positif”.

“Dulu teman gue ada yang kecanduan narkoba sampai keluarganya jatuh miskin dan akhirnya ia bunuh diri,” kata Banu, mahasiswa ilmu komunikasi UPH 2006. Ia menambahkan bahwa kecanduan narkoba dapat berawal dari iseng-iseng.

Narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. Harta keluarga habis, mencuri, sampai memakai uang kuliah merupakan beberapa cara pecandu membeli narkoba. “Teman gue juga ada yang sampai bohongin pacarnya untuk dapetin narkoba,” kata Malissa, mahasiswa 2005 ilmu komunikasi UPH.

Kita dapat melihat pecandu narkoba badannya menjadi kurus, matanya berair, dan kesehatannya menurun drastis. Selain dampak fisik tersebut, terdapat pula dampak psikologis yang dapat kita rasakan misalnya mudah berbohong, tidak nyambung, mudah berprasangka buruk, dan cepat marah.

Pecandu narkoba pun dikucilkan di kalangan masyarakat. Meskipun sudah berhenti memakai, sebagian orang yang pernah menjadi pecandu juga dijauhi orang-orang di masyarakat. Mahasiswa ilmu komunikasi 2005 UPH, Joan mengungkapkan ia menjauhi temannya yang pecandu narkoba. “Dulu gue ngejauhin teman dekat gue karena ternyata dia pemakai,” katanya.

Namun di balik semua dampak negatif yang ada, Ferdy, mahasiswa ilmu komunikasi UPH 2003, berpendapat ada kegunaan tersendiri dari narkoba. “Dulu waktu Slank masih ‘pake’, musiknya keren-keren daripada musik Slank yang sekarang saat mereka sudah berhenti,” jelasnya. Ia menambahkan narkoba menambah kreatifitas seseorang dalam berkarya khususnya dalam bermusik.

Apapun cara yang dilakukan untuk melepaskan diri dari narkoba, niat adalah obat paling mujarab bagi para pecandu jika ingin benar-benar lepas dari jeratan narkoba. “Yang penting niat, teman gue bolak-balik rehab tiga kali tetap aja ketagihan setelah dinyatakan lepas dari narkoba karena ngga bisa nahan diri,” ungkap Joan.

Itulah gambaran bagaimana benda haram bernama narkoba ini di mata mahasiswa ilmu komunikasi UPH. Terlepas dari benar salahnya pendapat mereka, semua itu kembali ke diri anda sendiri untuk menyikapinya. (tim)

February 1, 2008 - Posted by | Assignment

3 Comments »

  1. […] Narkoba di mata anak-anak UPH […]

    Pingback by mengintip visi-misi seorang pendiri UPH « The works of Wiryanto Dewobroto | February 23, 2008 | Reply

  2. @Namun di balik semua dampak negatif yang ada, Ferdy, mahasiswa ilmu komunikasi UPH 2003, berpendapat ada kegunaan tersendiri dari narkoba. “Dulu waktu Slank masih ‘pake’, musiknya keren-keren daripada musik Slank yang sekarang saat mereka sudah berhenti,” jelasnya. Ia menambahkan narkoba menambah kreatifitas seseorang dalam berkarya khususnya dalam bermusik.

    “komentar tolol dan idiot, memancing orang untuk pake narkoba… benar2 bodoh…SLANK : band najis gitu ngapain didengerin…”

    Comment by ga bener | February 27, 2009 | Reply

  3. Ferdy idiot, paling udah mampus ama narkoba dia…

    Comment by ga bener | February 27, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: